THE POST
Pada
tahun 1966 Vietnam sedang terjadi
perang, militer Daniel Ellsberg bersama pasukan dengan Amerika Serikat berada dalam sebuah pertempuran, mereka berusaha untuk
mendokumentasikan perkembangan kegiatan militer Amerika Serikat di wilayah tersebut.
Dalam perjalanan pulangnya, Robert memberitahu Daniel dan William tentang
pandangannya bahwa perang yang terjadi di Vietnam sudah tidak ada harapan lagi,
namun setelah mendarat, Robert menjelaskan kepada media pers bahwa ia memiliki
keyakinan dalam upaya perang. Daniel sengaja mendengar hal ini dan ia kecewa.
Setelah beberapa tahun
kemudian, Daniel dengan diam-diam menyalin dokumen tentang laporan keterlibatan
negara Amerika Serikat selama beberapa tahun dalam Konflik di Vietnam tersebut, pada masa pemerintahan
Presiden Harry Truman.
Daniel membocorkan dokumen-dokumen tersebut kepada para jurnalis The New York Times dan The Washington Post dan penerbit Pentagon Papers
pada tahun 1971.
Katharine
Graham yang merupakan pemilik dari penerbit The Washington Post mengkhawatir tentang persiapan
peluncuran surat kabar tersebut, tindakan yang diakuinya sangat penting untuk
memperkuat stabilitas ekonomi surat kabar tersebut. Katharine tidak cukup memiliki pengalaman dan
sering dikesampingkan oleh orang-orang yang lebih tegas darinya, seperti kepala
editor Ben Bradlee dan anggota dewan Arthur Parsons. Ben Bradlee sangat berusaha
untuk menyamakan kemampuan The New York Times untuk mendapat
beberapa berita pertama, meskipun hal itu sia-sia. Sementara itu, Robert, teman
lama Katharine, mengakui bahwa dia akan menjadi subjek liputan yang tidak
menarik oleh The New York Times. Kisah itu ternyata menjadi sebuah
fakta kasus penipuan yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat yang sudah
lama berjalan. Namun, kasus ini dihentikan oleh pengadilan terhadap publikasi
lebih lanjut oleh The New York Times.
Kemudian
waktu singkat The Washington Post dan The New York
Times muncul bersama di hadapan Mahkamah Agung untuk
mengajukan penjelasan Amendemen Pertama mereka atas hak penerbitan berita.
Sementara itu, surat kabar di seluruh negeri mengangkat kisah solidaritas The
Washington Post dan The New York Times. Pengadilan
memutuskan mendukung surat kabar, menguatkan keputusan Katharine.